Temukan Obat Kanker, Perusahaan Farmasi AS Malah Diprotes

Temukan Obat Kanker, Perusahaan Farmasi AS Malah Diprotes

Temukan Obat Kanker, Perusahaan Farmasi AS Malah Diprotes

Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat Norvatis menemukan obat untuk melawan kanker tetapi justru mendapatkan protes karena harganya yang terlalu mahal, US$ 475.000 atau sekitar Rp 6,3 miliar.

Regulator AS telah memberikan izin untuk obat bernama “Kymriah”. Obat ini bekerja dengan menggunakan sel pasien kanker sendiri untuk melawan kanker pada anak-anak. web bandarq

Sejauh ini, obat tersebut terbukti cukup ampuh melawan kanker pada anak. Sekitar 85 persen anak yang diterapi dengan obat ini mencapai remisi selama lima tahun, malah bisa lebih lama. Dr Stephan Grupp dari Novartis mengatakan bahwa obat ini berhasil menyelamatkan nyawa seorang anak perempuan yang sudah sekarat hingga anak itu masuk remisi dan saat ini sudah terbebas dari kanker.

Baca juga : Heboh Video Duo Serigala Pamer Goyangan Sambil Buka Baju

Untuk mendapatkan obat ini, pasien harus terbang ke salah satu dari 32 fasilitas kesehatan di AS dan diambil selnya, kemudian sel itu akan dikirim ke fasilitas Novartis di New Jersey supaya obat bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan pasien.

Kymriah dijual dengan harga US$ 475.000 tetapi harga ini sebenarnya lebih “murah” dibanding harga keekonomiannya sekitar US$ 649.000, menurut sebuah studi yang dipublikasikan FiercePharma. berita terkini

David Mitchell, presiden Patients for Affordable Drugs, mengatakan harga obat untuk penyakit yang belum ditemukan obat mujarabnya itu tidak terjangkau oleh sebagian besar pasien. “Novartis seharusnya tidak mendapatkan pujian karena menjual obatnya di bawah harga keekonomian”.

Bruno Strigini, kepala onkologi Novartis mengatakan obat tersebut mahal karena Novartis harus menjamin imbal balik dari investasinya.

Sumber: http://www.beritasatu.com/dunia/450357-temukan-obat-kanker-perusahaan-ini-malah-diprotes.html

One thought on “Temukan Obat Kanker, Perusahaan Farmasi AS Malah Diprotes

Comments are closed.