casino online
bandar bola
capsa online
poker online
baccarat online
lomba togel
Breaking News

Ritual Pernikahan Arwah di China

Ritual Pernikahan Arwah

Berita Unik  РRitual Pernikahan Arwah di China

Belakangan geger berita pernikahan gaib antara Sri Baruno Jagat Parameswari dan Pangkalima Burung, salah satu tetua suku Dayak yang tak kasat mata. Pernikahan antara dua makhluk yang berbeda alam ini menjadi perbincangan karena tak lazim bagi khalayak. Namun di kebudayaan lain pun ada ritual serupa yang bahkan lebih sering dipraktikkan.

Adalah pernikahan arwah di China yang sering menjadi tema cerita di film-film horor Mandarin. Dilansir BBC, ritual ini sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Tionghoa sejak 3.000 tahun lalu.

Pernikahan arwah umumnya melibatkan pasangan mempelai di mana salah satu atau keduanya sudah meninggal dunia. Tujuannya adalah untuk melepaskan status lajang pria atau wanita yang meninggal sebelum naik ke pelaminan. Pasalnya, warga China percaya seseorang yang meninggal sebelum menjadi pengantin bisa mendatangkan kesialan bagi mereka yang masih hidup.

Selain di Indonesia dan China, ritual pernikahan arwah bisa ditemui di Sudan, Taiwan, dan mungkin beberapa kebudayaan lagi. Namun tradisi ini memang paling kuat mengakar di kebudayaan Tionghoa. Bahkan sampai memicu kasus pencurian mayat dan pembunuhan. Seperti apa seluk beluk pernikahan arwah? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Menurut tradisi, pernikahan arwah diadakan agar mendiang tak kesepian di alam baka sana. Terutama jika keinginan mendiang sebelum meninggal adalah melangsungkan pernikahan. Konon jika permintaan mendiang tak dikabulkan, keluarga yang ditinggalkan bakal ketiban naas.

“Ideologi dasar di balik pernikahan arwah adalah bahwa almarhum melanjutkan hidup mereka di akhirat,” kata Dr. Huang Jingchun dari Universitas Shanghai. Huang melakukan studi lapangan terkait tradisi pernikahan arwah. “Jadi, jika seseorang tidak menikah ketika mereka masih hidup, mereka masih harus dinikahkan setelah meninggal.”

Umumnya pernikahan dilangsungkan antara pria dan wanita yang sama-sama sudah meninggal, diatur oleh keluarga dengan saran dari ahli fengshui. Namun dalam beberapa kasus ada pula pernikahan arwah yang dilakukan antara seseorang yang masih hidup dengan jenazah.

Meskipun kedua mempelainya hantu, pernikahan arwah masih melibatkan mahar dan prosesi pernikahan lengkap. Hanya saja, mahar yang dipakai terbuat dari kertas. Kecocokan usia, latar belakang dan zodiak kedua mempelai menurut budaya masyarakat Tionghoa juga tetap diperhitungkan.

Setelah prosesi pernikahan dilangsungkan, tulang belulang pengantin wanita akan digali dari kuburan dan dimakamkan di liang lahat yang sama dengan mempelai pria.

Baca juga : MU Raih Juara Piala Liga Lewat Dua Gol Ibrahimovic

Demi uang, mencuri mempelai dari liang lahat pun jadi

Syarat utama untuk mengadakan pernikahan arwah adalah adanya jenazah kedua calon mempelai. Tak bisa menggunakan jenazah palsu, karena akan mendatangkan kesialan. Masalahnya, tak banyak keluarga dengan anggota keluarga yang sudah meninggal bisa dimintai persetujuan untuk menjalani ritual pernikahan arwah. Akhirnya, perkara jenazah ini menjadi lahan untuk mencari duit bagi para oportunis.

Dalam 10 tahun terakhir, mulai marak kasus pencurian jenazah di kuburan. Tujuannya tentu saja untuk dijual kepada keluarga yang membutuhkan mempelai untuk pernikahan arwah.

Dalam 4 tahun terakhir, Mirror melaporkan ada lebih dari 40 mayat perempuan yang dicuri dari sebuah desa di provinsi Shanxi. Penduduk desa yakin tulang belulang yang dicuri para perampok makam itu dijual untuk pernikahan arwah. Dari tahun 2008 saja, harga jenazah untuk pernikahan arwah sudah melonjak dari kisaran 30.000-50.000 yuan ke angka 100.000 yuan.

Gara-gara ini, keluarga yang memiliki anggota keluarga wanita meninggal sampai melindungi makam mereka dengan kerangka logam atau justru memakamkan jenazah di halaman rumah saja.

Karena harganya yang menggiurkan, kasus pencurian jenazah di China semakin sering terjadi. Belakangan malah sudah berkembang menjadi kasus pembunuhan.

Tahun lalu, kepolisian daerah barat daya China telah menangkap seorang pria dengan tuduhan membunuh 2 perempuan penyandang cacat mental. Tersangka mengatakan kalau dia ingin menjual mayatnya kepada keluarga yang membutuhkan mempelai untuk pernikahan hantu. Seorang pria di Liangcheng juga ditangkap karena kasus yang serupa. Pada tahun 2011, seorang pria malah membunuh istrinya sendiri agar jenazahnya bisa dijual untuk pernikahan arwah.

Perdagangan mayat sudah dilarang oleh pemerintah China sejak bertahun-tahun lalu, tetapi ini tak membuat para perampok makam jera. Selama tradisi pernikahan arwah masih ada, mereka akan terus mendulang uang dari sana.

Sumber: https://www.merdeka.com/gaya/mengintip-ritual-pengantin-arwah-di-china-yang-mematikan.html