Polisi Resmi Tetapkan Jonru Ginting Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian

Polisi Resmi Tetapkan Jonru Ginting Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian

Polisi Resmi Tetapkan Jonru Ginting Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, menetapkan Jonru Ginting sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, terkait kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial.

“Tadi malam setelah gelar perkara dinaikan statusnya menjadi tersangka,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (29/9).

Kuasa hukum Jonru, Djuju Purwantoro juga membenarkan kalau kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

“Ya begitu, betul. Pemeriksaan dari sore kemarin itu sampai lewat tengah malam, sebetulnya dari proses penyelidikan tiba-tiba tersangka, langsung ditahan,” ungkapnya. bandarq online

Ia menilai, penyidik terlalu memaksakan untuk menetapkan Jonru sebagai tersangka. Karena, dalam proses pemeriksaan kemarin kliennya dipanggil sebagai saksi.

“Ya terus lanjut pemeriksaan. Kan statusnya dalam proses penyelidikan, sifatnya saksi. Jadi terlalu dipaksakan, terlalu subjektif sekali. Karena hanya gara-gara sangkaannya Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE, ancamannya kan di atas 5 tahun. kalau sudah seperti itu selalu penyidik jadi memiliki keputusan yang sangat represif, luar biasa dan subjektif,” katanya.

Baca juga : Lima Atlet yang Pernah Tampil di Majalah Playboy

Ia menuturkan, alasan penyidik menetapkan Jonru sebagai tersangka karena sudah memiliki bukti yang cukup.

“Alasannya pasti mereka sudah memiliki bukti cukup, alasan normatif saja. Kemudian pastinya karena sangkaannya Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE ancaman di atas 5 tahun, ya secara normatif sudah subjekif, kan begitu untuk menahan seseorang,” tandasnya. Berita Terkini

Sebelumnya diketahui, Muannas Alaidid melaporkan pemilik akun media sosial bernama Jonru Ginting dengan nomor laporan LP/4153/VIII/Dit Reskrimsus, tertanggal 31 Agustus 2017, terkait dugaan ujaran kebencian atau hate speech melalui media elektronik yang diatur dalam Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sumber: http://www.beritasatu.com/hukum-kriminalitas/455265-polisi-tetapkan-jonru-ginting-tersangka.html