Polisi Buru Dua Tersangka Jaringan Muslim Cyber Army

Harianindonesia.net, Berita Kriminal – Polisi Buru Dua Tersangka Jaringan Muslim Cyber Army

Tersangka inti pelaku ujaran kebencian Muslim Cyber Army (MCA) yang tergabung dalam WhatsApp Group “The Family MCA” yang ditangkap Direktorat Siber Bareskrim Polri dan Direktorat Keamanan Khusus Baintelkam Polri dipastikan akan bertambah. Polisi mengincar dua orang lagi. Satu orang berada di Palu, Sulawesi Tengah, dengan inisial RC dan satu lagi berinisial SP. SP diduga kuat adalah TKI yang saat ini sedang bekerja di luar negeri.

Polisi akan mengungkap tuntas kasus ini dengan meminta call data Record (CDR) ke provider dan juga transaksi keuangan para tersangka ke bank.

Polisi juga mendalami pelaku lain dari grup-grup yang diikuti oleh para tersangka. Misalnya Akademi Tempur MCA, Pojok MCA, The United MCA, The Legend MCA, Muslim Coming, MCA News Legend, Special Force MCA, Srikandi Muslim Cyber, hingga Muslim Sniper. bandarkiu

“Kita usut tuntas dan kejar mereka yang terlibat,” kata penyidik yang menangani kasus ini, Selasa (27/2).

Seperti diberitakan, polisi telah membekuk empat anggota The Family MCA pada Senin (26/2). Berdasar hasil penyelidikan, grup ini sering melempar isu provokatif di media sosial, seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan penyerangan terhadap nama baik presiden.

Mereka juga memfitnah pemerintah, tokoh-tokoh tertentu, dan menyebarkan virus yang sengaja dikirimkan kepada orang atau kelompok lawan dengan tujuan merusak perangkat elektronik milik penerima.

Para tersangka dijerat dengan perbuatan pidana, yakni sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan/atau dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan tindakan yang menyebabkan terganggunya sistem elektronik dan/atau membuat sistem elektronik tidak bekerja sebagaimana mestinya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 33 UU ITE.

Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/480634-polisi-buru-2-tersangka-jaringan-muslim-cyber-army.html