casino online
bandar bola
capsa online
poker online
baccarat online
lomba togel
Breaking News

Pesawat Komersial China C919 Digadang Menjadi Penantang Airbus dan Boeing

Pesawat Komersial China C919

HarianIndonesia.net  – Pesawat Komersial China C919 Digadang Menjadi Penantang Airbus dan Boeing

Pesawat angkut komersial buatan China, C919, akan memulai debut di angkasa pada semester awal tahun ini. Pesawat itu digadang menjadi penantang Airbus dan Boeing.

Menurut People Daily, sebagaimana dikutip Dream pada Selasa 7 Februari 2017, pesawat yang diproduksi perusahaan negara Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) awalnya dijadwalkan memulai debut pada 2015. Tetapi, harus diubah berulang kali dengan alasan perlu ada ujicoba lebih lanjut serta sertifikasi.

Bagi China, pesawat ini adalah perwujudan mandat dari pemerintah delapan tahun sebelumnya untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan armada buatan perusahaan Eropa, Airbus, dan Boeing asal Amerika. Kehadiran C919 diharapkan mampu menjadi pesaing kedua perusahaan besar tersebut.

Pesawat C919 pertama kali dirakit pada November 2015 setelah para pekerja menghabiskan lebih dari satu tahun merancang desain pesawat dengan kapasitas 168 penumpang tersebut.

Diharapkan pesawat ini dapat meraup pangsa pasar di segmen yang selama ini dikuasai Boeing 737 dan Airbus A320. Pada November tahun lalu, COMAC mengklaim telah mendapat pesanan sebanyak 570 unit dari 23 konsumen.

China merupakan satu kunci dalam pertarungan perusaan Barat. Jumlah traveler yang mengambil jalur udara ke negeri itu selalu bertumbuh.

Airbus butuh memproduksi sekitar 6.000 unit pesawat baru dengan nilai mencapai US$945 miliar, setara Rp12.595 triliun selama dua dekade. Data ini didasarkan pada Global Market Forecast 2016-2035.

Sementara ekspektasi Boeing lebih optimistik, dengan 6.800 pesawat baru berbiaya US$1.000 triliun, setara Rp13.328 triliun.

Baca juga : Polri Sudah Mengantongi Hasil Forensik Percakapan WA Diduga Habib Dengan Firza

Untuk dapat meraih hati pasar China, dua perusahaan itu menjalin kerjasama dengan perusahaan lokal, meskipun Beijing sangat ingin keduanya tidak lagi dipakai.

Airbus memiliki pusat pengiriman dan perakitan akhir di Tianjin, di mana para pekerja akan memasang perabotan dan mengecat pesawat untuk pasar domestik. Selain itu, Airbus juga membeli beberapa perangkat seperti pintu keluar, rem cakram, dan bagian pesawat dari pemasok China.

Pada tahun lalu, Boeing berencana membuka fasilitas bersama COMAC untuk pengecatan dan pemasangan kabin untuk pesawat model 737.

COMAC juga mengembangkan pesawat jet regional, ARJ21, yang telah mengudara pertama kali pada Juni lalu.

Sumber: http://www.dream.co.id/news/pesawat-buatan-cina-mulai-debut-perdana-semester-awal-2017-170207m.html