casino online
bandar bola
capsa online
poker online
capsa online
poker online
baccarat online
lomba togel
Breaking News

Pemanis Buatan di Cairan Rokok Elektrik Disebut Sama Bahaya dengan Asap Rokok

HarianIndonesia.net – Pemanis Buatan di Cairan Rokok Elektrik Disebut Sama Bahaya dengan Asap Rokok

Satu lagi penelitian terbaru yang mengungkap bahaya rokok elektrik dipublikasikan. Kali ini, peneliti menyebut pemanis buatan dalam cairan rokok elektrik sama bahayanya dengan asap rokok tembakau.

Peneliti Najat Saliba dari American University, Beirut, Lebanon, menyebut cairan atau liquid yang digunakan pada rokok elektrik mengandung banyak pemanis buatan karena rasanya yang bermacam-macam. Efek penguapan cairan tersebut pun menghasilkan dua zat beracun yang juga ditemukan pada asap rokok tembakau.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis uap yang dihasilkan rokok elektrik. Cairan rokok elektrik yang digunakan diketahui mengandung gula, karamel dan madu. Dalam penelitian, ditemukan bahwa uap rokok elektrik memiliki dua racun yang disebut sebagai furan, yakni 5-hydroxymethylfurfural (HMF) dan furfural (FA).

“Paparan dua zat beracun ini diketahui meningkatkan risiko penyakit pernapasan pada manusia, dan menyebabkan munculnya tumor pada penelitian yang menggunakan tikus,” tutur Saliba, dikutip dari Reuters.

Ia menyebut furan bisa muncul ketika cairan rokok elektrik dicampur dengan gula. Zat yang dihasilkan pun berbeda tergantung kekuatan baterai dan pembakaran.

Peneliti menemukan pembakaran saat baterai rokok elektrik penuh menghasilkan lebih banyak zat HMF. Di sisi lain, pembakaran saat baterai rendah menghasilkan lebih banyak zat FA pada uap yang dihasilkan.

Ditemukan juga bahwa kandungan furans cairan rokok elektrik yang menggunakan pemanis buatan sukrosa dan glukosa lebih tinggi daripada yang menggunakan gula atau madu. Meski begitu, paparan furans dalam jumlah kecil sudah dikaitkan peneliti dengan meningkatnya risiko terserang kanker.

“Sudah terbuktik bahwa uap yang dihasilkan pada rokok elektrik tetap memiliki risiko menimbulkan masalah kesehatan. Namun tetap saja risiko lebih besar ada pada asap rokok tembakau,” tutur Maciej Goniewicz dari Roswell Park Cancer Institute, New York, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Studi ini dipublikasikan di jurnal Tobacco Control.