KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi

Harianindonesia.net, Berita Terupdate – KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat dalam mengusut kasus dugaan merintangi penyidikan yang menjerat pengacara Fredrich Yunadi, mantan kuasa hukum Ketua DPR nonaktif, Setya Novanto. Hal ini terlihat dengan langkah KPK yang menggeledah kantor hukum Fredrich di Jalan Iskandar Muda Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).

“Benar, ada tim di lapangan terkait penyidikan terhadap FY (Fredrich Yunadi) sebagai tersangka,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat Kamis (11/1).

Dikatakan Febri, penggeledahan dilakukan sejak pagi tadi. Hingga saat ini, tim masih berada di lokasi penggeledahan. Untuk itu, Febri mengaku belum mengetahui secara rinci dokumen ataupun barang lainnya yang disita dari kantor Fredrich. “Kegiatan tim masih berlangsung,” kata Febri.

Selain Fredrich, dalam kasus ini, KPK juga telah menyematkan status tersangka terhadap seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), Bimanesh Sutardjo. Fredrich dan Bimanesh diduga bersekongkol agar Novanto dapat menghindari proses hukum dengan alibi dirawat di RS Medika Permata Hijau. bandar99

Tak hanya menggeledah kantor Fredrich, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik menjadwalkan memeriksa seorang dokter RSMPH bernama Michaela Chia Cahaya. Pemeriksaan terhadap Michaela ini dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Fredrich Yunadi. “Saksi Dr Michael Chia Cahaya, Dokter Umum Rumah Sakit Medika Permata Hijau diperiksa untuk tersangka FY (Fredrich Yunadi),” kata Febri.

Dikatakan Febri, dalam pemeriksaan ini, tim penyidik ingin mendalami mengenai kronologis peristiwa hingga Novanto dirawat di RSMPH. Apalagi, setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau pada Kamis (16/11) lalu, Novanto tak ditangani di Instalasi Gawat Darurat seperti umumnya penanganan medis terhadap korban kecelakaan. Novanto justru langsung masuk ruang perawatan VIP yang diduga sudah dipesan Fredrich sebelum kecelakaan terjadi.

“Secara umum kami melihat dalam kasus ini bagaimana kronologis peristiwanya. Kedua tentu kita gali juga misalnya ketika seseorang mengalami kecelakaan. Kalau benar itu kecelakaan apakah tepat langsung dibawa ke ruang VIP, tidak di IGD. Dari fakta yang kami temukan diduga setelah peristiwa yang disebut kecelakaan itu terjadi SN (Setya Novanto) tidak dibawa dulu atau tidak dilakukan tindakan medis di IGD, tapi langsung dibawa ke ruang rawat inap VIP apakah itu tepat tentu kita perlu juga melakukan kroscek dan pendalaman termasuk juga soal peristiwanya,” katanya.

Baca juga : La Nyalla Ngaku Dipalak Prabowo Rp40 M untuk Pilkada Jatim

Diketahui, KPK menetapkan Fredrich dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Novanto. Keduanya diduga kongkalikong agar Novanto dapat dirawat di RSMPH untuk menghindari pemanggilan dan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh penyidik KPK.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/472844-kpk-geledah-kantor-fredrich-yunadi.html

One thought on “KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *