Jual Cula Badak, Tiga Pelaku Ditangkap di Medan

Jual Cula Badak, Tiga Pelaku Ditangkap di Medan

Jual Cula Badak, Tiga Pelaku Ditangkap di Medan

Perdagangan cula badak di Medan terbongkar. Tiga orang ditangkap saat menjual bagian dari satwa langka itu. Tiga penjual cula badak yang ditangkap yaitu pasangan suami-istri S (54) dan P (53), warga Jalan Bunga Kantil, Selayang, Medan dan H (54), warga Sri Pelayang, Sorolangun, Jambi.

Ketiganya disergap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan tim gabungan SPORC (Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat) Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sumatera bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi dan BKSDA Aceh.

“Mereka ditangkap di Jalan Pattimura Medan saat akan menuju salah satu hotel di Medan, pada Minggu (13/8) sekitar pukul 10.34 WIB,” kata Halasan Tulus, Balai Gakkum KLHK Sumatera, Senin (14/8).

Dalam penangkapan ini, petugas menyita barang bukti satu cula badak dengan ukuran panjang 15 cm dan lingkar pangkal 36 cm disita. Belum diketahui pasti jenis badak yang diambil culanya. berita kriminal

Namun berdasarkan lokasi penangkapan, kuat dugaan cula itu dari badak sumatera, juga dikenal sebagai badak berambut atau badak Asia bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis). Keberadaan satwa langka ini di alam liar diperkirakan hanya 300 ekor.

Baca juga : Jubaedah, Istri Pria yang Dibakar Massa Dapat Santunan Rumah Rp 250 Juta

Selain cula badak, tim gabungan juga menyita satu mobil Daihatsu Xenia silver metalik dengan nomor polisi BL 782 AI yang digunakan pelaku sebagai alat tranportasi. “Barang bukti dan pelaku sudah diamankan ke Mako SPORC Macan Tutul di Medan,” jelas Halasan.

Operasi tangkap tangan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya penjualan bagian-bagian satwa dilindungi di Kota Langsa, Aceh. Petugas pun melakukan penyelidikan. Mereka mendeteksi seorang penjual barang antik asal Jambi, H, tengah berada di Aceh mencari kulit harimau dan gading gajah. Belakangan H juga mencari cula badak.

H mendapatkan cula badak dari P dan S, yang juga penjual barang antik di Medan. Mereka akhirnya tertangkap tangan saat membawa bagian satwa dilindungi itu.

“Dari pemeriksaan, P dan S mengaku menyimpan cula badak selama 1,5 tahun yang diperoleh dari seseorang yang berdomisili di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara,” jelas Halasan.

Dalam kasus penjualan bagian satwa dilindungi ini, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) huruf d UU Nomor 5Ttahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Mereka terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta,

Halasan menambahkan, penangkapan ini menunjukkan jaringan perdagangan satwa liar atau bagian-bagiannya sangat rapi dan luas dan terkoneksi antardaerah, antarprovinsi, bahkan antarnegara. “Karenanya Balai Gakkum KLHK Sumatera akan memanfaatkan jalinan kerja sama dengan pihak-pihak lain untuk memberantasnya,” pungkas Halasan. agenqq

Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/jual-cula-badak-pasangan-suami-istri-di-medan-diciduk.html

One thought on “Jual Cula Badak, Tiga Pelaku Ditangkap di Medan

Comments are closed.