Bentrok Warga Pamekasan Melawan Penyisiran Laskar FPI

Harianindonesia.net, Informasi Terkini – Bentrok Warga Pamekasan Melawan Penyisiran Laskar FPI

Aksi penyisiran (sweeping) Laskar Pembela Islam berujung bentrok dengan warga Pamekasan, Madura. Masyarakat setempat melakukan perlawanan. Korban mencapai 10 orang, termasuk ibu-ibu dan anak di bawah umur.

Laskar yang berdiri di bawah organisasi Front Pembela Islam (FPI) itu melakukan penyisiran di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan, pada Jumat (19/1). Mereka menduga di desa itu ada salah satu rumah warga yang dijadikan tempat prostitusi ilegal.

Salah seorang saksi mata, Agus Aini menjelaskan peristiwa kekerasan tersebut. Anak-anak yang menyaksikan langsung bentrokan tersebut mengalami trauma.

“Saat kejadian, ada kegiatan ulang tahun anak di rumah. Tiba-tiba segerombolan orang berbaju putih datang dan menyeret perempuan yang datang ke rumah mengantar anak-anak mereka pada acara ulang tahun itu,” kata Agus Aini seperti dikutip Antara, Minggu (21/1). sakong online

Anggota Laskar menduga kerumunan perempuan yang mereka seret itu adalah pekerja seks komersial (PSK). Padahal, menurut Agus Aini, perempuan yang diseret itu adalah ibu-ibu yang diundang hajatan ulang tahun anak.

Akibat aksi penyisiran itu, sejumlah warga dan tetangga Agus Aini langsung membela ibu-ibu tersebut. Bentrok antara anggota LPI dengan warga Desa Ponteh pun tak terhindarkan.

Bahkan, Agus Aini sempat pingsan saat kejadian itu karena hendak dibawa paksa oleh pasukan Laskar.

“Anak-anak banyak ketakutan, menangis histeris, karena situasinya seperti sedang carok, apalagi pasukan LPI itu membawa pentungan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo mengatakan, pihaknya telah mengantongi sejumlah barang bukti terkait bentrokan tersebut. Beberapa di antaranya, pecahan kaca mobil LPI yang dirusak warga, sejumlah pentungan yang diduga dibawa oleh anggota Laskar, serta alat serbuk cabai yang digunakan pasukan LPI saat melakukan penyisiran.

Berdasarkan data kepolisian, lima orang warga Desa Ponteh menjadi korban dalam bentrokan itu. Masing-masing bernama Agus Aini (35), Satruki (45), Hamidi (28), Hamid (28) dan Suramlah (55). Selain dari pihak warga, ada juga anggota Laskar yang menjadi korban.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180122065509-20-270593/sweeping-laskar-fpi-dan-perlawanan-balik-warga-pamekasan