Bawaslu DKI Periksa 2 Orang Terkait Kasus Tolak Shalat Jenazah

Kasus Tolak Shalat Jenazah

Berita Terupdate  – Bawaslu DKI Periksa 2 Orang Terkait Kasus Tolak Shalat Jenazah

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta sudah memeriksa dua orang terkait kasus penolakan salat jenazah yang dilakukan oleh sejumlah oknum di Jakarta Selatan maupun Jakarta Barat.

Pihak Bawaslu Provinsi DKI juga mengimbau agar masing-masing pasangan calon (paslon) beserta tim suksesnya untuk tidak melakukan kampanye hitam (black campaign) dan fokus pada mendapatkan dukungan konstituen dengan menawarkan program serta visi & misi selama masa tahap kampanye.

Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Mimah Susanti mengatakan pihaknya sudah memanggil sejumlah pihak perihal kasus penolakan salat jenazah dan meminta orang lain untuk mendukung paslon tertentu.

“Yang baru kita panggil adalah Yoyo Sudaryo dan Makmun Ahyar yang diduga dia mengarahkan untuk mendukung paslon tertentu. Baru dua orang itu yang dipanggil, saya masih menunggu laporan terbaru dari Panwas Jakarta Selatan,” kata Mimah, Selasa (14/3) pagi ketika dikonfirmasi Suara Pembaruan.

Ia menyebutkan untuk kasus penolakan salat jenazah Hindun Binti Raisman (78), warga Jalan Karet Karya II, RT09/RW05, Setiabudi, Jakarta Selatan, pihaknya baru berencana meminta keterangan pihak terkait.

“Persoalan Ibu Hindun, keluarga masih berduka, jadi baru akan dimintai keterangan. Kita harap kasus seperti ini tidak kembali terjadi,” tambah Mimah.

Bawaslu juga masih melakukan pendalaman apakah kasus yang diduga melibatkan Yoyo dan Makmun yang melakukan pemaksaan mendukung salah satu paslon, termasuk pelanggaran pidana atau pelanggaran administrasi.

“Namanya mendukung atau menentukan pilihan, ya boleh saja, tetapi jangan memaksakan kehendak pada orang lain. Nanti di cross check terlebih dahulu, apa ada motif lainnya dari RT sampai berbuat seperti itu,” lanjutnya.

Baca juga : Sandiaga Uno Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Kasus Penggelapan

Sementara itu, data terbaru yang dimiliki Bawaslu menunjukkan sedikitnya ada 336 spanduk provokatif dan black campaign yang tersebar di DKI Jakarta. Perinciannya, 87 spanduk di Jakarta Barat, 80 spanduk di Jakarta Utara, 71 spanduk di Jakarta Selatan, 56 spanduk di Jakarta Pusat, 42 spanduk di Jakarta Timur.

“Spanduk seperti itu dilarang dalam kegiatan kampanye. Saya imbau tim relawan untuk mendapatkan dukungan dari konstituen dengan prosedur yang sudah diatur oleh undang-undang. Jangan sampai memaksakan untuk memilih atau tidak memilih paslon tertentu,” tutup Mimah.

Sumber: http://www.beritasatu.com/aktualitas/419249-bawaslu-dki-sudah-periksa-2-orang-perihal-kasus-tolak-salat-jenazah.html

Agen Judi Bandar Sakong Online Terbesar Di Indonesia

One thought on “Bawaslu DKI Periksa 2 Orang Terkait Kasus Tolak Shalat Jenazah

Comments are closed.